Oleh : NiniekSS
Bismillah...
Keadaan ini banyak sekali dialami oleh para penderita maag dan asam lambung yang datang berobat kepada saya. Dari yang awalnya orang yang mampu, setelah bertahun-tahun menderita maag yang tak sembuh-sembuh, akhirnya menjadi orang yang benar-benar kesulitan keuangan bahkan fakir sebenar-benarnya fakir.
Hal ini bukan sekedar cerita bohong. Namun memang realitanya demikian. Bagi orang yang belum mengalami sakit maag parah dan bertahun-tahun tak juga sembuh, tak akan percaya pada cerita ini ? Namun bagi para penderita maag yang lama tak kunjung sembuh sakitnya, akan faham dengan judul diatas.
Salah satu contohnya adalah Pak Andy. Salah satu karyawan kantor Bank di suatu kota. Di Bagian Anggaran dan Perencanaan. Pekerjaannya berat. Sehingga sering lembur, pulangnya malam-malam.
Awalnya keluhannya biasa saja. Hanya seperti masuk angin saja. Biasanya dikerik lalu dibalur dengan minyak kayu putih sudah sembuh. Tapi ini sudah 3 hari, meriangnya bukannya sembuh, tapi semakin berat. Akhirnya terpaksa ke dokter.
Dokter bilang : “Gak apa-apa Pak, ini hanya maag. Hindari makan pedas dan asam yaa ?” Sembari dokter mengulurkan obat kepada Pak Andy. “Kalau 3 hari belum sembuh kesini lagi ya Pak ?”. “Baik Dok” Ujar Pak Andy.
Setelah obat diminum dalam 3 hari, juga sudah menghindari makan yang pedas-pedas dan asem seperti saran dokter, ternyata keluhannya belum sembuh juga. Mualnya, pusingnya, sakit di perutnya, tak juga berkurang.
Sudah bolak balik ke dokter, tapi keluhan maagnya belum juga berkurang. Malah sebulan ini, benar-benar mengganggu. Mual, kepala pusing, perut begah. Blas nggak enak banget rasanya. Inginnya baring-baring. Meskipun keluhan tidak berkurang. Habis mau ngapain ?
Tapi dipaksakannya tetap ngantor. Tak enak dengan atasan dan teman-temannya satu bagian, jika sering mangkir. Apalagi jika di kantor lagi banyak pekerjaan. Sungkan sekali rasanya. Namun setelah ditahan-tahan, tak kuat juga untuk menyelesaikan pekerjaan hingga waktunya pulang. Karena serasa mau pingsan. Akhirnya Pak Andy terpaksa pulang lebih awal.
Awalnya sih tak ada masalah dengan keuangan untuk berobat. Karena ditanggung kantor.Tapi lama-lama sungkan juga menggunakan fasilitas dari kantor untuk berobat. Karena saking seringnya sakit. Sering menggunakan fasilitas kantor untuk berobat, namun sering mangkir kerja karena badan sudah tak kuat lagi untuk ngantor. Gak enak banget kan ?
Karena berbulan-bulan tak juga kunjung sembuh, Pak Andy akhirnya terpaksa mengajukan resign dari kantor, karena tak kuat lagi untuk bekerja. Dengan status pensiun muda. Tentu besaran gaji jauh lebih kecil dibanding ketika masih aktif.
Karena dengan obat kimia tak kunjung sembuh malah keluhannya makin parah dan menjadi-jadi, ia mulai beralih ke pengobatan alternatif. Semua pengobatan alternatif telah dicobanya. Namun belum menunjukkan kesembuhan yang signifikan. Dari satu pengobatan alternatif ke pengobatan alternatif yang lain.
Awalnya, obat maag yang harus dibeli masih murah kisaran ratusan ribu harganya. Namun makin lama keuangannya tak mampu lagi untuk membeli herbal yang berkualitas.
Ketika minum suatu herbal memang ada perubahannya. Yang tadinya begah menjadi tak begah lagi. Demikian pula dengan mualnyapun sudah hilang. Namun itu hanya sementara waktu saja. Beberapa waktu kemudian semua keluhannya datang kembali. Dan kambuhnya selalu pada pagi bangun tidur dan sesudah waktu ashar.
Pak Andy yang tadinya tak pernah berprasangka buruk apapun. Kini jadi sering menduga-duga. Apakah sakitnya ini karena diguna-guna orang ? Karena kalau hanya sakit maag seperti diagnose dokter, mengapa sakitnya tak sembuh-sembuh ? “ Astaghfirullahaladziim...Ya Alloh ampunilah hamba yang telah berburuk sangka kepada orang” Doanya mohon ampun kepada Allah. Iapun segera menepis pikiran- pikiran buruk yang melintas.
“Sakitku sudah 3 tahun lebih looh...kenapa tak kunjung sembuh juga? Apa yang salah dengan diriku ?” Gumamnya dalam hati.
Ia tak putus asa berikhtiyar mencari kesembuhan. Segala daya upayapun sudah ia lakukan. Setiap saran orang ia praktekkan. Kesedihan menghujam di uluhatinya merasakan penderitaan lahir dan batinnya. Penderitaan lahir jelas merasakan sakitnya. Penderitaan batin yang dirasakan karena awalnya obat yang dibutuhkan hanya murah saja harganya, makin lama membutuhkan obat berkualitas yang mahal harganya.
Bagaimana kemudian tak akan habis hartanya karena gaji yang diterimanya dari kantor tak lagi mencukupi untuk biaya hidup dan pengobatan dirinya.
Akhirnya, tabunganpun sedikit demi sedikit lama-lama habis pula, setelah tak ada lagi barang-barang dirumah yang bisa dijualnya. Tak cukup dengan itu, akhirnya keluarganya mulai berhutang sana sini untuk menutup biaya hidup dan berobat. Dan menjadi keluarga yang fakir karena selalu meminta bantuan dari saudara, sanak famili, kerabat, teman atau siapapun yang bisa memberinya bantuan.
Itulah teman...
Itulah salah satu gambaran penderitaan maag dari Pak Andy, akhirnya bisa JATUH MISKIN KARENA SAKIT MAAG YANG TAK SEMBUH-SEMBUH. Sangat memprihatinkan. Dari seorang pejabat Bank, menjadi fakir hanya karena sakit maag. Semoga ini tak terjadi pada Sahabat sekalian yang belum terkena sakit maag. Oleh karena itu jagalah lambung Sahabat ya ? Dengan menjalankan POLA HIDUP YANG BAIK. Oke ?
Yang dialami oleh Pak Andy, dulupun saya alami. Juga banyak teman - teman penderita maag yang lama tak sembuh - sembuh mengalami hal yang sama. Oleh karena itu pentingnya menjaga lambung kita agar tidak sampai terkena sakit maag.
Terima kasih atas kunjungan Sahabat di blog ini, semoga kita sekalian selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan keberlimpahan dunia dan akherat. Aamiin Yaa Robbal'alamiin...
Semoga bermanfaat...
Purworejo, 14 Februari 2025
Salam Sehat, Bahagia & Sejahtera
Penulis, NiniekSS (Sri Nurmi Atminarsih)
